PINTU AGM and My Other Lessons for Today

Yesterday, 19 January 2007, adalah sebuah momentum besar bagi kebanyakan Indonesian students di NTU, especially Mbah. Tadi malam, sebuah committee yang menurutku sangat hardworking dan solid menyerahkan kembali amanat yang telah mereka pegang selama hampir setahun kepada publik.

Duduk diam di belakang, di satu-satunya kursi kosong di sebelah Yosafat, suddenly the moment became a real tense moment for me. Mungkin salah satunya karena peserta AGMnya subhanallah banyak sekali, terharu juga *sob sob*. Akhirnya LPJ selesai tanpa hambatan sama sekali setelah Q&A session usai dalam beberapa detik. *iya lah, gimana mau ada hambatan, ga ada yang nanya, hehe* Rasanya lega, ya, ternyata? Sebuah kepengurusan PINTU akan berputar kembali. Diisi dengan wajah baru, ide-ide baru dan harapan-harapan baru.

Ada 2 pelajaran untukku tadi malam. First, my simple chit-chat with Manda. Kata-kata Manda emang bikin mikir. Thank you, Honey =) Simple chat yang dilanjutkan dengan sms-sms an yang berakhir tanggung karena Manda pulang duluan bikin diri ini jadi sangat sadar akan sesuatu. Oya, kenapa sangat sadar? karena sebelumnya sebenarnya sudah sadar =P *garink, ya?* I do realize that I’ve adopted meritocracy, a classical system of Singapore, in my thoughts and actions very well until today. Dan dalam sebuah case, meritocracy-ku ini ternyata berkonflik dengan integrity-ku sendiri. There’s nothing really wrong about meritocracy, I think. Meritocracy terbukti baik, adil, simple, dan objective bagiku. Tapi ternyata ada hal-hal yang lebih baik, atau mungkin lebih tepatnya HARUS dilakukan dengan sistem selain meritocracy, entah itu memang lebih baik atau tidak.

Pelajaran kedua muncul dari sebuah pertanyaan dari floor untuk calon presiden ketika Q&A session. Pertanyaannya kurang lebih tentang seberapa aware-nya kita dengan masalah-masalah yang dihadapi PINTU. Wah, tanya Adilla deh, fika langsung nunduk. Benar sekali, setiap organisasi punya masalah, dan di PINTU lalu dan sekarang juga ada masa-masa sulit, masa-masa banyak masalah. Ada masa-masa ujian di mana ikatan kita diuji apakah ternyata cukup kuat atau tidak untuk mampu mempercayai satu sama lain. I made many mistakes back then. I did a lot of bad things back then. I still remember how our series of PON eventually ended after our very last PON 6 and the fact that it was partly my mistake as IUC rep. And deep inside, I’m truly sorry for what happened.

Anyway, this two-year time has been a real short period of time with many little things which made it so enjoyable, especially yearbook experience with Rico’s committee, Linsien’s and definitely mine ^^ I do believe that miracles exist. I’ve seen one in PINTU 4th management committee. I was there for only one semester, but I did see miracle. It’s when I saw a solid teamwork led by a good leader believing that this team could trust each other and achieve more than what they thought they could. To everyone in both PINTU 3rd and 4th management committees, Thank You, Thank You, Thank You ;)

3 Responses to “PINTU AGM and My Other Lessons for Today”

  1. Radyum Says:

    FIka nulis blog? Ya ampun… Siap2 aja komennya ratusan =p

  2. Manda Says:

    fika….hum hum.. kata2 yang mana fik? argh tidak sadar.

  3. Katherine II Says:

    wah nda lu ngomong apa??

Leave a Reply