Archive for February, 2007

Mental Disorders: Sebuah Analisis

Tuesday, February 20th, 2007

Judulnya keren kan? Padahal isi tulisannya nanti ga seberapa keren plus ga penting banget pula, hahaha. Sebelumnya disclaimer dulu, yaks: Tulisan ini GJ (Ga Jelas –red) dan kalau ada yang salah-salah, tolong jangan tuntut saya, huhuhu. Selamat menikmati!

Ada 2 ‘mental disorders’ yang begitu menarik buat saya, yaitu ‘keypoh’ dan ‘narsis’.  Mungkin karena 2 mental disorders ini sangat dekat dalam kehidupan saya, hehe. Btw, saya mendefinisikan ini sebagai mental disorders bukan karena ini mental disorders beneran, tapi karena sifat2 ini aneh, ekstrim, melekat pada karakter orang2 di sekitar saya termasuk saya sendiri (ngaku mode) dan fenomena2 yang muncul sebagai akibat dari 2 sifat ini lumayan mengganggu stabilitas sosial, hahaha.

Mental Disorder Pertama: ‘keypoh’-kah Anda?

Buat yang belum familiar, ‘keypoh’ atau yang biasa saya singkat dengan ‘kepo’ adalah salah satu gaya bahasa Singlish yang paling digemari oleh orang-orang Singapore, baik yang local dan yang semi-local seperti saya, hehe. Artinya kurang lebih adalah busybody atau being nosey. Yah, pokoknya orang yang serba pengen tahu tapi ga pada tempatnya, begitu. Nah, berdasarkan pengalaman selama ini mengamati keadaan sekitar dan tentunya diri sendiri, akhirnya terumuskanlah beberapa ciri-ciri orang keypoh sebagai berikut:

  1. “Ada apa sih? Ada apa sih?”

Setiap ada kerumunan orang, minimal 2 orang (2 orang itu bukan kerumunan ya? =P), orang keypoh, dengan catatan kalau lagi ga sibuk, akan semangat untuk mendatangi dan bertanya kalimat ajaib di atas. Biasanya, kalo ke’nimbrung’annya mengganggu, orang2 yang sebelumnya lagi ngobrol bakal jadi bete. Salah satu jawaban yang kemudian akan menyakitkan hati orang keypoh dan mematikan bakat curiositynya adalah “Mau Tauuuuuuuuu Azaaaaaaaaaaa”, huhuhu.

  1. Nanya pertanyaan-pertanyaan ga penting

Yang ini jelas buanget. Misalkan baru kenal sama orang, begitu. Belom begitu deket, belum pernah kerja bareng. Terus udah tanya2 yang ga jelas, plus ga penting pula alias ga ada hubungannya sama topic pembicaraan atau situasi saat itu. Nah, itu tanda-tanda keypoh! Biasanya yang diajak ngomong jadi terasa terintimidasi. “Nih orang ngapaen nanya2 beginian sih?” Tapi, jangan bete dulu, berbaik sangkalah, siapa tahu itu bukan berniat keypoh, tapi si tertuduh keypoh cuma pengen mencairkan suasana dengan berbasa-basi =P

Mental Disorder Kedua: narsis-kah Anda?

Nah, kalo narcissist itu personality disorder beneran, saya ga mengada-ada. Kalau ga percaya, tanya mbah google aja. Intinya adalah orang2 yang terlalu ekstrim mengagumi diri sendiri atau minta dikagumi oleh orang lain. Beberapa ciri-ciri orang narsis yang saya tahu adalah sebagai berikut:

  1. Suka minta difoto

Orang narsis itu contoh gampangnya adalah orang yang suka difoto dan minta difoto di manapun dia berada dengan dia sebagai central objectnya. Gangguan sosial yang timbul sepertinya ga begitu parah sih, paling jadi bete aja karena disuruh foto-in terus, hehe. Buat yang merasa tersindir, bilang-bilang ya =P dan dengan senang hati akan saya response dengan “asiiiiiik, sindiran gw berhasil!!! hahaha” oops, kidding.

  1. Suka muji-muji diri sendiri

Ah, ini mah dah jelas kan ya? Ga perlu dijelasin lagi, hehe. Pokoknya suka muji-muji diri sendiri deh, titik. Misalnya disuruh ngomong apa, ngasi speech sepatah dua patah kata, eh tiba2 isinya muji2 diri sendiri. Gangguan sosial yang timbul ya sekedar gubrak, gabruk, duenk, ilfil dan jadi males aja. Yah, biar orang2 narsis ini ga sering2 muji2 diri sendiri, mungkin sekali-kali kita perlu berbaik hati buat ngasih deh, satu dua pujian, biar penyakitnya ga tambah parah, hahaha.

Yaks, sekian analisis GJ dari saya tentang keypoh dan narsis. Sebenernya saya nulis ini buat pengingat diri sendiri juga. Biar tiap baca ini jadi agak malu sedikit dan termotivasi untuk sedikit jaim, hihihi, terutama buat penyakit keypohnya. Kalau narsis rasanya saya engga deh, hihihi.

Maaf ya, klo ada yang tersinggung. Serius, daku becanda doank. Makasih ya, buat orang2 narsis dan keypoh around me. Selain karena sudah jadi bahan observasi asal2an selama ini, all of you have made my days and others’. It’s easier to laugh and smile with you around. Thus, life becomes easier to live =) Sekian.

A Friend…

Sunday, February 11th, 2007

“A friend is one that…

          knows you as you are,

          understands where you have been,

          accepts what you have become,

          and still, gently allows you to grow.”

~William Shakespeare~

People change. Manusia hidup bersama manusia yang lain dan beradaptasi seiring waktu. Seorang teman mengerti cerita masa lalu, menerima siapa kita sekarang, dan dengan senang hati membiarkan kita tumbuh dan berkembang. People learn. Manusia melihat banyak perbedaan dalam diri setiap individu dan hidup dengan topengnya agar dunia terasa lebih nyaman untuk ditempati. Tetapi, A friend knows you as you are. Bersyukurlah untuk seorang teman yang dengannya kita bisa bebas menjadi diri kita sendiri.

   

“True friends stab you in the front.”

~Oscar Wilde~

Seorang teman akan bersikap jujur. Memberikan dorongan ketika temannya berbuat benar dan mengoreksi ketika temannya berbuat salah. Tampak begitu simpel, tapi berat untuk dipraktekkan. Percayalah, ia sendiri tak ingin menyakitimu. Ia tahu sebuah persahabatan mungkin akan terputus selamanya ketika ia menyampaikan kata-kata tajamnya kepadamu.Tapi dia percaya, engkau akan tetap percaya padanya walau ia tampak seperti menyakitimu. Dan ia tahu, engkau akan menjadi seorang yang lebih baik dengan kritik yang ia sampaikan. Bersyukurlah untuk seorang teman yang menikammu dari depan. 

    

“The best kind of friend is the kind you can sit on a porch swing with, never say a word, then walk away feeling like it was the best conversation that you ever had.”

~Unknown~

Terkadang mungkin yang kita butuh hanya perasaan tenang bahwa ada seseorang di sana. Mengerti pikiranmu dan perasaanmu tanpa perlu satu kata pun terucap. Menemani dan percaya padamu, sekali lagi tanpa perlu satu kata pun terucap. Bersyukurlah untuk teman yang dengannya kau bisa bicara dalam diam. Karena ia selalu mengingatmu dan tak pernah beranjak dari tempatnya berdiri. Karena kau tahu ia selalu ada di sana dan kau bisa bicara dengannya setiap saat, walau hanya dalam pikiranmu. 

Finally, sedikit berpikir tentang hal-hal kecil yang membuat hidup lebih menyenangkan. Sedikit bicara tentang teman dan sahabat. 

“Friendship isn’t a big thing. It’s a million little things.”

~Albert Camus~

Engkau Tak Sendirian

Friday, February 2nd, 2007

Matahari di langit, aku bersyukur setiap hari

Setiap pagi,engkau memberi kehangatan dalam hati

Engkau bercerita tentang suatu hari

Di mana letih hari ini pasti terganti

Menguatkan diri ini sedikit lagi

Percayalah, hari ini akan terlewati

Percayalah, nantilah esok karena hal baru akan terjadi 

   

Bintang di langit, aku bersyukur setiap malam

Setiap kelam, engkau menemani di angkasa

Engkau berbagi secercah cahaya

Ketika jiwaku meredup lelah bersinar

Menguatkan tanpa bosan

Percayalah, aku tak kesepian

Percayalah, aku masih bisa berusaha 

   

Setiap hari itu berharga

Karena kau tak akan pernah bisa kembali

Karena ketika hari berlalu, mereka akan jadi kenangan

Setiap hari itu bermakna

Karena kau bertemu bintang dan matahari

Bergantian menemanimu, memberi cahaya dan kehangatan

Percayalah, ada mereka di sisimu

Percayalah, engkau tak pernah sendirian 

   

* Buat Fanny dan cerita tentang cerminnya, terima kasih ya ^^ *