Mental Disorders: Sebuah Analisis
Judulnya keren kan? Padahal isi tulisannya nanti ga seberapa keren plus ga penting banget pula, hahaha. Sebelumnya disclaimer dulu, yaks: Tulisan ini GJ (Ga Jelas –red) dan kalau ada yang salah-salah, tolong jangan tuntut saya, huhuhu. Selamat menikmati!
Ada 2 ‘mental disorders’ yang begitu menarik buat saya, yaitu ‘keypoh’ dan ‘narsis’. Mungkin karena 2 mental disorders ini sangat dekat dalam kehidupan saya, hehe. Btw, saya mendefinisikan ini sebagai mental disorders bukan karena ini mental disorders beneran, tapi karena sifat2 ini aneh, ekstrim, melekat pada karakter orang2 di sekitar saya termasuk saya sendiri (ngaku mode) dan fenomena2 yang muncul sebagai akibat dari 2 sifat ini lumayan mengganggu stabilitas sosial, hahaha.
Mental Disorder Pertama: ‘keypoh’-kah Anda?
Buat yang belum familiar, ‘keypoh’ atau yang biasa saya singkat dengan ‘kepo’ adalah salah satu gaya bahasa Singlish yang paling digemari oleh orang-orang Singapore, baik yang local dan yang semi-local seperti saya, hehe. Artinya kurang lebih adalah busybody atau being nosey. Yah, pokoknya orang yang serba pengen tahu tapi ga pada tempatnya, begitu. Nah, berdasarkan pengalaman selama ini mengamati keadaan sekitar dan tentunya diri sendiri, akhirnya terumuskanlah beberapa ciri-ciri orang keypoh sebagai berikut:
- “Ada apa sih? Ada apa sih?”
Setiap ada kerumunan orang, minimal 2 orang (2 orang itu bukan kerumunan ya? =P), orang keypoh, dengan catatan kalau lagi ga sibuk, akan semangat untuk mendatangi dan bertanya kalimat ajaib di atas. Biasanya, kalo ke’nimbrung’annya mengganggu, orang2 yang sebelumnya lagi ngobrol bakal jadi bete. Salah satu jawaban yang kemudian akan menyakitkan hati orang keypoh dan mematikan bakat curiositynya adalah “Mau Tauuuuuuuuu Azaaaaaaaaaaa”, huhuhu.
- Nanya pertanyaan-pertanyaan ga penting
Yang ini jelas buanget. Misalkan baru kenal sama orang, begitu. Belom begitu deket, belum pernah kerja bareng. Terus udah tanya2 yang ga jelas, plus ga penting pula alias ga ada hubungannya sama topic pembicaraan atau situasi saat itu. Nah, itu tanda-tanda keypoh! Biasanya yang diajak ngomong jadi terasa terintimidasi. “Nih orang ngapaen nanya2 beginian sih?” Tapi, jangan bete dulu, berbaik sangkalah, siapa tahu itu bukan berniat keypoh, tapi si tertuduh keypoh cuma pengen mencairkan suasana dengan berbasa-basi =P
Mental Disorder Kedua: narsis-kah Anda?
Nah, kalo narcissist itu personality disorder beneran, saya ga mengada-ada. Kalau ga percaya, tanya mbah google aja. Intinya adalah orang2 yang terlalu ekstrim mengagumi diri sendiri atau minta dikagumi oleh orang lain. Beberapa ciri-ciri orang narsis yang saya tahu adalah sebagai berikut:
- Suka minta difoto
Orang narsis itu contoh gampangnya adalah orang yang suka difoto dan minta difoto di manapun dia berada dengan dia sebagai central objectnya. Gangguan sosial yang timbul sepertinya ga begitu parah sih, paling jadi bete aja karena disuruh foto-in terus, hehe. Buat yang merasa tersindir, bilang-bilang ya =P dan dengan senang hati akan saya response dengan “asiiiiiik, sindiran gw berhasil!!! hahaha” oops, kidding.
- Suka muji-muji diri sendiri
Ah, ini mah dah jelas kan ya? Ga perlu dijelasin lagi, hehe. Pokoknya suka muji-muji diri sendiri deh, titik. Misalnya disuruh ngomong apa, ngasi speech sepatah dua patah kata, eh tiba2 isinya muji2 diri sendiri. Gangguan sosial yang timbul ya sekedar gubrak, gabruk, duenk, ilfil dan jadi males aja. Yah, biar orang2 narsis ini ga sering2 muji2 diri sendiri, mungkin sekali-kali kita perlu berbaik hati buat ngasih deh, satu dua pujian, biar penyakitnya ga tambah parah, hahaha.
Yaks, sekian analisis GJ dari saya tentang keypoh dan narsis. Sebenernya saya nulis ini buat pengingat diri sendiri juga. Biar tiap baca ini jadi agak malu sedikit dan termotivasi untuk sedikit jaim, hihihi, terutama buat penyakit keypohnya. Kalau narsis rasanya saya engga deh, hihihi.
Maaf ya, klo ada yang tersinggung. Serius, daku becanda doank. Makasih ya, buat orang2 narsis dan keypoh around me. Selain karena sudah jadi bahan observasi asal2an selama ini, all of you have made my days and others’. It’s easier to laugh and smile with you around. Thus, life becomes easier to live =) Sekian.
February 24th, 2007 at 10:00 am
jadi..perspektif filsafatnya nih..
nascis itu gejala yang inheren dengan kepribadian manusia emang..setiap orang pasti memiliki hal ini..hanya saja..emang kadarnya aja yang mungkin berbeda kali ya? mungkin kalo fika nascis banget kali ya? hehe.. piss!!!
February 26th, 2007 at 8:29 pm
Yah, itu rasanya kok “fika” banget sih. Apalagi kepoh yang pertama, “ada apa sih???”, huahaha…
Anyway saya mah taunya disorder in materials itu menyebabkan perubahan entropi pada sistem =p
March 5th, 2007 at 7:59 pm