Archive for June, 2007

Checklist: My two w&&ks of w**ks

Sunday, June 17th, 2007

Have finally become an engineer for 2 weeks, alhamdulillah. Bisa dibilang belum banyak ngapa2in juga (baca: kerja beneran) selain training, beradaptasi, dan belajar banyak hal baru. To my dearest friends, the new and fresh engineers: Sukses, ya!

1st Check: My Schedule

Belajar untuk hidup teratur, mulai dari jam tidur, jam makan, sampai jam nunggu kereta dan bus. Berangkat pagi dan pulang sekitar maghrib. Still wondering sampai kapan akan pulang jam segini, ya? *maksudnya, kapan ya, bisa pulang jam 21.00 atau 22.00? =P*

2nd Check: My Attitude

Berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulang kesalahan2 yang pernah terjadi sewaktu  IA dulu. Mengerti perbedaan dunia kerja dan dunia sekolah. Mengerti perlunya survival dengan attitude set yang baru. Berdoa semoga segalanya akan berjalan baik.

3rd Check: My Technical Skills

Menargetkan diri untuk belajar dengan cepat dengan efek rawan overload of information =P. Membiasakan diri dengan banyak technical stuffs yang masih terasa alien bagiku. In the long-but-not-so-long run, have to be able to perform many tasks (almost) automatically.

4th Check: My Past-Present-Future

Since then, some things have changed and some still stay the same. From now on, some more will change and some may return back to their own stable states. Be prepared and be ready.

5th Check: My Profession

Becoming an ENGINEER is not exactly like a dream comes true, but can always be a dream job for me. My profession is to do what engineers can always do, to also do what the other professions usually do, and to do what they thought engineer could never do. Because engineering is powerful. Because engineer is not only a technical profession, but a mindset, a way of training, and a talent.

Me-manusia-kan Manusia

Sunday, June 3rd, 2007

Manusia adalah manusia.

Punya banyak kelebihan, tapi banyak pula kekurangannya.

Manusia adalah manusia.

Diajarkan untuk selalu bersikap kuat, tapi ada kalanya menerima kenyataan bahwa dirinya sedang lemah lebih baik untuknya.

Manusia adalah manusia.

Memorinya hampir tak terbatas, tapi masih lebih banyak lupa.

Manusia adalah manusia.

Tahu mana yang benar dan yang salah, tapi ego-nya membuat benar dan salah begitu bercampur.

Manusia adalah manusia.

Permukaannya secerah matahari pagi, tapi hatinya siapa yang tahu.

Manusia adalah manusia.

Setiap aksinya adalah kompromi terus-menerus, either to think or to feel.

Manusia adalah manusia.

Memang suka lupa memanusiakan dirinya sendiri, apalagi orang lain.

Memang dasar manusia, hehe =P

   

*cuma iseng*