Ways to Stay Happy when You Just Start Working

   

Beralih dari dunia kampus dan nyemplung ke dunia kerja ternyata gampang susah susah. Awalnya tampak smooth, tapi pelan-pelan kelihatan deh kalau aslinya ga sesimple itu. Bekerja sama dengan REAL professionals yang sudah terbiasa dengan standard performance yang tinggi (meaning: ekspektasi juga tinggi) bakal bikin rada-rada kanchiong di awal. Berada di lingkungan di mana orang-orangnya busy2 semua bikin ga enak buat ganggu-ganggu tanya-tanya (tapi can’t be helped leh, kadang2 die die must nanya daripada sotoy dan tiba-tiba baru 1 bulan kerja udah di-kicked sama manager). Dan satu lagi, karena sering kali colleagues2 kita adalah orang-orang yang memang lebih memilih untuk kerja daripada kuliah atau research, mereka adalah tipe-tipe orang-orang yang klo ngajar suka sulit dipahami. In the end, ketika tanya sama mereka, we’ll look a bit stupid, hohoho.

      

Deal dengan REAL work yang artinya deal dengan REAL problem juga bakal bikin kita mikir, “Wah, yang dulu dikerjain di assignment pas kuliah koq beda banget ya?”  Jadilah kita harus belajar lagi dari awal (untungnya kita sudah punya backgroundnya sedikit, baik itu directly related atau tidak, dan itu lumayan helpful utk mempercepat proses belajar kita). Dan mulailah kita belajar dengan cara yang baru. Kita dikasih REAL problem, dan berangkat dari REAL problem ini, kita akan menyadari banyaknya lubang-lubang di otak kita dan berusaha menge-patch our brain satu demi satu bagian dengan mencari tahu dari berbagai sumber. Kalau ga bisa nge-google atau kelamaan klo nge-google, tanya si ini deh. Kalau si ini ga bisa kasih solusi, tanya si itu deh. Lari-lari ke sana kemari deh. We’re not really sure what the solution is yet. Dan dengan cara belajar seperti ini, the more problems you have, the better your understanding will be. So, the more kanchiong you are di awal2, the faster you get smarter, haha.

    

Bekerja juga berarti memegang REAL responsibility. To take ownership of one object and die die must take care of it. If problems occur, die die must solve. If you make mistakes, die die must correct them and bear the consequence. Inget ga sih pas masih kuliah? When you make mistakes, more often you’ll hear “It’s ok, you’re still learning”. Beda ye? Hehe. (sebenernya perbedaannya tidak se-ekstrim itu sih, tapi kurang lebih begitu deh).

    

So, to keep myself sane (hiperbolis), I realized that I had to do some therapy untuk mengobati penyakit2 kan chiong dan inferior by having these:

    

  1. “Don’t bother” MINDSET

Sebagai fresh grad, kita akan rentan sekali untuk di-underestimate karena kita ga punya track record of your experience. And when you just join, you simply know nothing! Then you’ll feel powerless, karena you don’t like that feeling of being underestimated, but you can’t do anything much! So, one of the best solutions is just to keep telling yourself, “Don’t bother!” You know that you’re still learning, so don’t be too hard on yourself. Just keep moving and make sure you’re progressing well…

   

  1. Positive ATTITUDE

Beradaptasi dengan orang2 yang beda generasi dan beda background itu lumayan berbeda dengan bagaimana beradaptasi dengan teman2 yang sepantaran atau berbackground sama. For me, it takes longer time. Perlu menunggu untuk merasa nyaman terlebih dahulu dengan orang-orang ini baru kemudian bisa see how we could contribute something. Don’t forget that you work so closely with ppl around you (at least, tempat duduk kalian dekat sehingga masing2 bisa saling mengintip computer screen satu sama lain). So ppl will easily get an impression of you. Dan don’t forget that tembok itu bertelinga. Jadi, klo tempat kerjanya ga banyak tembok, bayangin seberapa kencengnya bisik-bisik bisa terdengar.

   

  1. Prove Them your Quality

Ppl around you may see that you’re still learning (baca: you’re dumb). So it’s normal for them to put so little trust on you in the beginning. Kadang-kadang, ketika ada masalah, lebih mudah bagi mereka untuk put the blame ke seorang fresh grad daripada ke professional. Menyebalkan sih, terutama ketika root cause nya bukan si fresh grad. But it’s just the way it is. No need to say much. No need to be defensive. Just work harder and stay cool. Just go on and on. Pada akhirnya, what matters is the proof that you have REAL contribution. And time would tell whether you are reliable and worth keeping for the project.

   

  1. Don’t be Too Far Away from Your “home”

Here I define home as a joy… where you can easily be yourself, feel happy and comfortable. Home bisa berupa apa saja, your family, your campus life, your school friends, anything. It’s effective to make you feel not so alone and keep yourself in a good mood. To realize that you still have “life” out there because your current life’s still not that nice. So, keep the “home” around you sampai transisi itu bisa berjalan lebih smooth dan finally you enjoy the new life naturally.

   

  1. Find Yourself a Fairy Godmother.

Lucky to have seorang “ibu peri” di kantor. Seorang colleague yang sekarang sudah jarang nongol karena sibuk di project lain. Pada dasarnya “ibu peri” can be anyone. Your colleague, family, friend, senior, etc. Ibu peri ini bukan seperti superhero yang menolongmu di saat sulit. She’s just someone who genuinely cares, asks how you’re doing, checks whether you have problems and need to consult them with her (bukan yang technical2), and encourages you to keep going. Anyway… jika untuk pergi ke pesta dansa saja seorang Cinderella membutuhkan ibu peri untuk membantunya, tentu kita lebih butuh ibu peri untuk melakukan hal as significant as memasuki dunia kerja ;)

    

Cheers…

3 Responses to “Ways to Stay Happy when You Just Start Working”

  1. Adilla Says:

    Once bitten, twice shy ya Fik :).

    Makasih buat advicenya :D.

  2. Arya Says:

    Pikaa! wah, wah, iseng2 baca blog. Ternyata dirimu sudah kerja sekarang.. dimana nih Fik? di S’pore atau balik ke Indo? Anyway, congrat ya buat kelulusannya! (maap kalo telat pisan :p )

  3. Lilyana Says:

    pas baca :
    Don’t be Too Far Away from Your “home”

    gue kira lo refer ke major lo pas kuliah haha

    u know wat I mean rite? :p

Leave a Reply